Selasa, 31 Januari 2012

FBI Akan Awasi Akun Facebook Dan Twitter Anda

Setelah sempat menjadi issue cukup hangat, bagaimana pihak ke tiga bisa memantau akun pribadi sosial media kita, kini tampaknya hal itu akan segera terjadi secara nyata.
FBI Monitor Facebook
Berita yang dirilis oleh The Telegraph, mengungkapkan bagaimana FBI – badan intelejen milik Amerika – memberikan penawaran terbuka kepada industri teknologi informasi (IT) yang dapat menyediakan aplikasi untuk memonitor situs sosial media yang ada di dunia maya.

Salah satu persyaratan aplikasi tersebut antara lain adalah aplikasi yang memungkinkan FBI untuk dapat mengakses data pribadi pemilik akun secara real time, serta bisa menunjukkan lokasi tepat user saat mengakses akunnya.
Situs FBI
Beberapa tindakan kriminalitas yang akhir-akhir ini sering dikaitkan dengan akun pelaku di situs-situs sosial media, tampaknya membuat pihak otoritas Amerika Serikat mempertimbangkan untuk perlu mengambil tindakan preventif.

“Sosial media telah menjadi sumber intelejen utama, karena ia (sosial media) telah menjadi media tanggapan pertama dan utama untuk beberapa kejadian penting, dan media peringatan untuk segala bentuk situasi berkembang yang memungkinkan”, berikut pernyataan FBI dalam penawaran terbukanya.

Tentu saja hal ini akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Issue privacy akan semakin digencarkan untuk menghindari hal ini sampai terlaksana.  Akan tetapi pihak FBI tampaknya memilih tidak berkomentar tentang masalah ini.

Bagaimana menurut Anda? Lebih banyak manfaat atau kerugiannya?

Symantec Meluncurkan Layanan Norton Identity Safe

Keamanan identitas kita di dunia maya adalah suatu hal yang penting. Hal ini karena semakin hari semakin sering dan rentan saja pencurian identitas di dunia maya dan berbagai kejahatan dunia maya lainnya. Symantec, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang keamanan dan populer dengan aplikasi anti virus miliknya memahami hal ini, maka dari itu, Symantec meluncurkan aplikasi berbasis keamanan yang berguna melindungi identitas penggunanya.
Norton Identity Safe
Layanan online ini diberi nama Norton Identity Safe. Layanan ini berfungsi sebagai penyimpanan identitas online kita di mana kita bisa menyimpan username login dan password kita, dan tidak sebatas itu saja, layanan ini juga membuat kita bisa menyimpan informasi rahasia lain seperti kartu kredit atau lainnya.
Norton identity safe
Norton Identity Safe berjalan di WindowsiOS, dan Android, namun sayang Mac tidak (atau belum) didukung. Browser yang mendukung ini juga cukup banyak, dari FirefoxGoogle ChromeOperaSafari, dan Internet Explorer. Layanan ini masih bersifat beta.
Informasi login dilindungi dengan fitur satu password khusus dan akses sekali klik atau pengguna bisa juga mengatur situs tertentu agar bisa login secara otomatis. Fitur lainnya dari Norton Identity Safe adalah berbagi URL secara aman melalui e-mail atau melihat rating dari hasil pencarian sehingga pengguna bisa tahu mana situs yang aman dan tidak.
Saya sudah memakainya keren sob
pengen coba juga silakan klik disini

FBI Akan Membuat Aplikasi Yang Memonitor Jejaring Sosial

Belum selesai masalah mengenai SOPA dan PIPA sebagai rancangan undang-undang yang melakukan sensor terhadap internet, atau dengan adanya ACTA yang diperkirakan juga memiliki dampak yang mirip-mirip, kini ada lagi bakal masalah yang mungkin bisa semakin mengancam kebebasan internet.

Kali ini bukan sebuah rancangan undang-undang, melainkan sebuah kebijakan FBI, di mana FBI berencana membuat aplikasi yang bisa memonitor kegiatan kita di jejaring sosial. Itu artinya segala bentuk post di Facebook, tweet di Twitter, dan sebagainya akan dipantau oleh FBI. Meski begini, belum jelas juga apakah yang dimonitor hanya post atau tweet atau konten di seputar AS saja atau di seluruh dunia.
Maka dari itu, FBI sekarang mencari developer yang bisa membuatkan aplikasi yang memiliki fungsi tersebut. Setidaknya ada empat aspek yang dijadikan patokan oleh FBI, yaitu:

Aplikasi tersebut bisa memonitor keyword dan pengguna dari jejaring sosial tertentu
Sistem pemberitahuan (layaknya notifikasi di Facebook)
Pencarian konten berdasarkan lokasi
Integrasi dengan layanan peta (contoh: Google Maps)
Bagaimana kelanjutan ini? Kita lihat saja nanti, yang jelas, kebebasan dunia maya bisa tercabut dari kita. (via Geek)

Ternyata Data Di Megaupload Masih Aman Dua Minggu Ke Depan

Kemarin, terdengar kabar bahwa data-data di situs Megaupload kabarnya akan segera dihapus oleh penyedia jasa hosting situs tersebut, Carpathia Hosting and Cogent Communications Group. Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa data di Megaupload akan dihapus Kamis ini. Namun ternyata kabar terbaru menyebutkan bahwa pihak Carpathia dan pengacara Kim Dotcom, yang mewakili pihak Megaupload mencapai kesepakatan.

Ira Rothken, pengacara Megaupload tersebut membenarkan, bahwasanya pengguna Megaupload bisa tenang akan keberadaan datanya di Megaupload dan data tersebut akan disimpan setidaknya dalam waktu dua minggu ini hingga keputusan lebih jauh dibuat. Rothken sendiri sedang melakukan negosiasi dengan pihak pemerintah federal AS berkaitan kasus Megaupload ini.

Kasus Megaupload ini bermula saat 19 Januari lalu, Kim DotCom ditahan di rumahnya atas tuduhan pembajakan, pencucian uang, dan tuduhan lainnya. Hal ini yang menyebabkan akhirnya FBI memutuskan untuk memblokir akses Megaupload hingga saat ini. Berkaitan dengan pengancaman penghapusan data di Megaupload ini, Rothken sebagai pengacara Kim DotCom mengatakan kemungkinan ada informasi penting yang bisa membantu kasus Megaupload ini yang berisiko kena penghapusan.

Semoga saja kasus Megaupload ini bisa cepat selesai dan Megaupload bisa diakses lagi oleh penggunanya di seluruh dunia. (via CNET)

Senin, 30 Januari 2012

Inilah Post Facebook Yang Memecahkan Rekor Komentar Terbanyak


Ribuan komentar yang muncul dalam sebuah Facebook Page milik brand terkenal memang sudah biasa, namun kali ini seorang wanita Amerika berusaha memecahkan rekor komentar terbanyak dalam satu post di akun Facebook pribadinya.

Cathy Matthews, seorang penggemar game Frontierville, memutuskan untuk menciptakan sebuah post yang akan membuatnya terkenal.

Dibantu oleh 107 orang temannya, ia membuat satu post lalu menuliskan komentar yang sama berulang kali pada post tersebut yang hingga kini jumlahnya sudah mencapai lebih dari 1 juta komentar.

Meski ada beberapa komentar lainnya, namun komentar yang paling banyak muncul hanyalah satu kata, yaitu ‘go‘.

Cathy mengaku setelah beberapa lama mengetikkan kata yang sama, kecepatan menulisnya bertambah.

Jika 1 juta komentar itu ditulis oleh 107 orang saja, ini berarti 1 orang telah menulis sekitar 9000 komentar.

Mungkin post yang dituliskan Cathy bukanlah sesuatu yang kontroversial sehingga memunculkan jutaan komentar dari jutaan pengguna lainnya, namun Cathy memang tampak serius dalam mencapai tujuannya, yaitu dicatat oleh Guinness Book of Records.

Tracy Hodgson, salah satu teman Cathy yang ikut berpartisipasi menuliskan komentar, saat ini telah mendaftarkan keberhasilan mereka ke Guinness Book of Records.

Anonymous Serang Negara-Negara Reformis Internet

Kelompok Anonymous mengatakan pada hari Jumat pekan lalu telah menyerang situs-situs Pemerintah Meksiko dan Kongres sebagai protes dan tuntutan terhadap seorang senator Meksiko yang berusaha untuk mengontrol kebebasan informasi di dunia maya.

berbagai situs yang diserang antara lain website Departemen Dalam Negeri (www.segob.gob.mx) dan Senat (www.senado.gob.mx). Kemudian, Anonymous juga memblokir situs Chamber of Deputies (www.diputados.gob.mx). Namun satu jam kemudian situs tersebut dipulihkan.

Inisiatif reformasi internet yang dikecam oleh Anonymous disyahkan pada bulan Desember oleh Senator Meksiko, Federico Doring, yang berkuasa di Partido Acción Nacional (PAN). Reformasi ini akan menanggapi pelbagai kejahatan intelektual di internet seperti pembajakan musik, video, dan buku-buku yang dilindungi oleh hak cipta.

“Kami menuntut pemerintah Meksiko untuk tidak melanjutkan dengan hukum ini karena kami mengambil kebebasan berekspresi dan berbagi berkas,” kata kelompok Anonymous dalam sebuah video yang diposting di YouTube.

Seperti ditulis InfoLatam dan dikutip SidomiNews, kelompok Anonymous mencoba untuk membandingkan reformasi yang diusulkan oleh Federico Doring dengan tuntutan anti pembajakan online di Amerika Serikat (AS) yang kemudian dikenal sebagai SOPA dan PIPA.

Data Di Megaupload Segera Dihapus

 
Semua sudah tahu, bahwa salah satu situs berbagi, Megaupload, sudah ditutup oleh FBI, akibatnya tentu saja file dalam situs tersebut tidak bisa diakses oleh penggunanya. Sebagai akibat dari ditutupnya Megaupload ini, beberapa situs berbagi lainnya juga mulai ikut-ikutan melakukan “antisipasi”, sebut saja Filesonic, Enterupload, dan Fileserve. Meski begitu, ada juga yang malah kebanjiran pengunjung, sebut saja Rapidshare, Hotfile, dan 4Shared.

Kali ini, kabar terbaru mengenai nasib Megaupload ini adalah, data-data tersebut di minggu ini akan segera dihapus. Yang menjadi masalah, sebagaimana layaknya situs berbagi lainnya, file yang ada di dalam situs belum tentu ilegal, memang benar ada banyak musik, film, dan sebagainya, tapi tentu pikirkan jenis file pribadi seperti misalnya dokumen pekerjaan yang di-upload oleh penggunanya untuk alasan keamanan, maka dari itu, bisa dikatakan langkah penutupan Megaupload ini sembrono.

Namun perlu diketahui, data di Megaupload tidaklah disimpan di server-nya, melainkan ditaruh di pihak ketiga, yaitu perusahaan bernama Carpathia Hosting and Cogent Communications Group. Megaupload lalu membayar mereka untuk menyimpan data tersebut. Sayangnya, mereka kini menagih Megaupload untuk membayar biayanya, namun karena Megaupload sudah tidak bisa diakses, maka Megaupload tidak bisa membayar, dan tentu saja data di dalamnya menjadi terancam karena perusahaan tersebut mengancam untuk menghapus data, Kamis besok.

Nah, bagaimana kelanjutan nasib Megaupload dan datanya nanti? Kita tunggu saja kelanjutannya. (via Geek)